Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu

Viral! Bikin Vlog di Lawang Sewu Semarang Bayar Rp3 Juta Per Jam |  Semarangpos.com | Kisah Unik Semarangpos.com


Lawang Sewu atau yang di artikan dalam bahasa indonesia artinya adalah seribu pintu, tempat ini berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.


Disebut dengan Lawang Sewu karena bangunan itu sendiri terdapat banyak pintu, walaupun pintunya tidak sampai seribu tetapi jendela nya banyak dan ukurannya besar sehingga dilihat masyarakat itu sebagai pintu.


Bangunan kuno yang berlantai dua ini digunakan untuk kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) atau sekarang dikenal sebagai PT.Kereta Api Indonesia(KAI). Dan juga gedung tua ini menjadi lokasi pertemuan yang hebat antara pemuda AMKA dengan Kidobutai, Jepang. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan keputusan dengan surat Nomor.650/50/1992 untuk menjadikan Lawang Sewu sebagai salah satu bangunan kuno dan bersejarah di Kota Semarang yang harus di Lindungi.

Lawang Sewu, Pintunya Memang 1000 - Bambang Irwanto Ripto

Saat ini Bangunan Lawang Sewu dimanfaatkan sebagai museum yang berisi tentang perkeretaapian di Indonesia. Macam-macam koleksinya adalah Mesin Tik, Mesin Hitung, Surat berharga, Replika Lokomitif uap, Mesin Edmonson dan lain-lain. Disana juga menyajikan sejarah pembuatan gedung itu berupa foto-foto ataupun video.


Selain menjadi tempat wisata dan museum, Gedung ini juga dapat disewa sebagai tempat pertemuan, Shooting, Festival, Workshop dan lain-lain.


Sejarah :

 ~ Pada tahun 1907 sebagai Kantor Pusat Administrasi NIS

 ~ 1942-1945 diambil alih jepang sebagai kantor Riyuku Sokyoku

 ~ Tahun 1945 sebagai kantor Eksploitasi Tengah DKARI

 ~ Tahun 1946 Sebagai markas Belanda

 ~ Tahun 1949 digunakan Kodam IV Diponegoro

 ~ Pada tahun 1994 Bangunan ini diambil alih PT.Kereta Api Indonesia

 ~ Tahun 2009 dilaksanakan restorasi oleh PT Kereta Api Indonesia

 ~ Pada 5 Juli 2011 pertemuan Purna Pugar Cagar Budaya Gedung A Lawang Sewu


Komentar